Dosabesar itu seperti membunuh, berzinah, merampok, dan dosa kecil itu seperti berbohong, mengingini milik sesama dalam hati, ngomong kotor, dan lain sebagainya. Kebenarannya adalah tidak ada dosa besar maupun dosa kecil. Setitik noda pada sebuah pakaian juga sudah membuat pakaian tersebut terlihat kotor, demikianlah dosa. Di mata Tuhan tidak
A Dosa dalam Perspektif Kristen . 1. Arti Dosa Alkitab menggunakan beberapa istilah untuk dosa. Kata Ibrani yg paling umum ialah khatta't (dlm berbagai bentuk dari akar kata yg sama), 'awon, pesya `ra`; dan kata Yunani ialah hamartia, hamartema, parabasis, paraptoma, poneria, anomia dan adikia. Ada beda pengertian
Perbedaanantara dosa besar dan dosa kecil tergantung pada perbuatannya. sebenarnya dosa tetaplah dosa maaf jika saya salah. Kata "dosa" berasal dari bahasa Sansekerta, sedangkan dalam bahasa Arab adalah adz-dzanbu, al-itsmu atau al-jurmu. Dari segi dosa adalah akibat buruk yang diterima manusia karena tidak menaati semua perintah Allah
Pendapatnyaitu menyanggah pendapat sejumlah ulama, di antaranya Abu Ishaq al-Isfarayini, Abu Bakar al-Baqilani, Imam al-Haramain, dan Ibnu al-Qusyairi. Para ulama itu menyatakan bahwa semua dosa sama besarnya. Tidak ada kata kecil dalam dosa, semuanya adalah dosa besar. Jika misalnya dikatakan ada dosa kecil, sejatinya pengertian kecil yang
Alkitabtidak mengenal dosa kecil ataupun besar. Alkitab menjelaskan dosa adalah sebuah pelanggaran terhadap hukum Allah, "Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah" (Injil, Surat 1 Yohanes 3:4). Masuknya Dosa dalam Dunia
Kalauseseorang meninggal di dalam kondisi dosa berat dan tidak bertobat, maka dia akan masuk ke dalam api neraka. (lih. Yak 1:15). Pembedaan antara dosa berat dan ringan ada, sebab Kitab Suci membedakan keduanya (lih. 1Yoh 5:16-17): 1) ada dosa yang mendatangkan maut (dosa berat) dan 2) ada dosa yang tidak mendatangkan maut (dosa ringan).
Dalamajaran Islam, dosa terbagi ke dalam dua jenis, yaitu dosa besar dan dosa kecil. ADVERTISEMENT. Dosa diartikan sebagai pelanggaran atau segala sesuatu yang bertentangan dengan perintah Allah SWT, baik secara lisan, pikiran, maupun perbuatan. Rasulullah memerintahkan umatnya untuk menjauhi dosa besar. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
TCRxE.
- Islam memerintahkan umatnya untuk beribadah dan menghindari perbuatan dosa. Meskipun manusia tidak ada yang sempurna, serta pernah melakukan kesalahan, namun perlu diketahui bahwa perbuatan dosa pun terbagi menjadi dua jenis, yaitu dosa besar dan dosa kecil. Allah akan mengampuni dosa kecil seiring dengan amalan baik yang dilakukan hamba tersebut. Hal ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW "Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya [dosa kecil] yang telah lalu," Bukhari. Dalam hadis lain, Beliau SAW bersabda "Antara shalat yang lima waktu, antara jumat yang satu dan jumat berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa [kecil] selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar," Muslim. Sementara itu, untuk dosa besar, Allah tidak akan mengampuninya kecuali hamba tersebut bertobat nasuha, menyesal, dan sungguh-sungguh tidak akan mengulangi kesalahan tersebut. Perbuatan dosa besar akan mengantarkan seseorang ke neraka. Karena itulah, seorang muslim harus mengetahui dan menghindari dosa-dosa besar berikut, sebagaimana dikutip dari buku Akidah Akhlak 2020 yang ditulis oleh Sihabul Milahudin. 1. SyirikSyirik adalah dosa terbesar dalam Islam. Kesalahan orang yang melakukan syirik tidak akan diampuni Allah SWT. Tidak hanya itu, amalan salehnya di masa silam juga akan dihapus karena kesyirikan yang ia lakukan. Secara definitif, syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah SWT. Ancaman dosa syirik ini tergambar dalam firman Allah SWT dalam surah An-Nisa ayat 48 "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari [syirik] itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar," QS. An-Nisa [4] 48. Dosa syirik terbagi menjadi dua jenis, yaitu syirik besar dan syirik kecil. Penjelasannya adalah sebagai berikut Pertama, syirik besar adalah perbuatan yang jelas-jelas menunjukkan sikap menyekutukan Allah SWT, seperti menganggap bahwasanya ada Tuhan selain Allah, menyembah berhala, atau meyakini keberadaan dewa-dewi sebagai tandingan Allah SWT. Perbuatan syirik besar juga dilakukan ketika seseorang meminta doa atau munajat kepada selain Allah SWT, seperti ke pohon keramat, memasang sesajen ke sungai, gua, dan sebagainya. Orang yang melakukan syirik besar lazimnya mengingkari sifat-sifat suci Allah SWT, seperti menganggap bahwa Allah memiliki anak, meniadakan kekuasaan Allah, dan lain sebagainya. Orang yang melakukan perbuatan syirik besar dengan sengaja, maka statusnya sudah murtad dan tidak sah dianggap sebagai bagian dari umat Islam. Kedua, syirik kecil juga dikenal dengan sebutan syirik tersembuyi karena seseorang sering kali tidak sadar sudah melakukan perbuatan tersebut. Syirik kecil artinya menyandarkan suatu kejadian kepada selain Allah SWT. Contoh syirik kecil adalah ketika seseorang menyatakan bahwa "Jika saya tidak ditolong oleh dokter itu, saya pasti akan mati.” Dari sini, komentar di atas mengisyaratkan bahwa kesembuhannya dari penyakit atau kecelakaan disebabkan karena bantuan dokter tersebut, serta tidak ada campur tangan Allah di dalamnya. Sering kali, syirik kecil berbentuk riya, melakukan suatu perbuatan baik, termasuk ibadah, namun dengan tujuan ingin dipuji atau dipandang baik oleh orang lain, sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya. Allah akan mengatakan kepada mereka pada hari Kiamat tatkala memberikan balasan atas amal-amal manusia, 'Pergilah kepada orang-orang yang kalian berbuat riya kepada mereka di dunia. Apakah kalian akan mendapat balasan dari sisi mereka?',” Ahmad. 2. Larangan membunuhDosa besar setelah riya adalah dosa membunuh manusia. Dalam Islam, pembunuhan adalah kejahatan besar yang berdampak luas, bahkan dapat menimbulkan permusuhan antar kelompok, hingga peperangan dalam skala besar. Larangan membunuh ini tertera dalam surah Al-Maidah ayat 32 “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu [membunuh] orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya,” QS Al-Maidah [7] 32 Analogi pembunuhan satu orang dianggap membunuh seluruh manusia ini sangat tepat ketika disandingkan dengan pemantik casus belli Perang Dunia I; yang disebabkan oleh pembunuhan Archduke Franz Ferdinand dari Austria dan istrinya. Karena pembunuhan itulah, Perang Dunia I dimulai yang mengakibatkan sekitar 9 juta nyawa melayang sia-sia. Kendati pembunuhan amat dikecam Islam, terdapat dua pembunuhan yang dibolehkan, yaitu pembunuhan pelaku kriminal hukuman mati sesuai regulasi suatu pemerintahan. Selanjutnya, yaitu pembunuhan dalam kasus perang. Ketika suatu negara atau komunitas tertentu diserang, mau tidak mau, mereka harus mempertahankan wilayah mereka. Dalam kasus ini, pembunuhan dibolehkan karena dalam situasi terdesak. 3. Minum minuman keras atau obat-obat terlarangMinuman keras dan narkoba mengandung zat adiktif yang dapat menurunkan kesadaran pengonsumsinya. Islam melarang umatnya mengonsumsi minuman keras dan narkoba, baik itu dalam kadar banyak atau hanya sedikit. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW "Tiap-tiap yang memabukkan disebut khamar [minuman keras] dan tiap-tiap khamar hukumnya haram,” Muslim. Inti dari khamar adalah aspek memabukkan dari zat tersebut, baik itu dalam bentuk minuman atau wujud lain yang dapat mempengaruhi akal pengonsumsinya. Karena itu juga, penyalahgunaan obat-obatan termasuk dalam kategori khamar. Segala bentuk khamar, minuman keras, atau obat-obat terlarang seperti anggur, tablet, pil, bentuk sigeret yang dihisap, disuntikkan, dan sebagainya, apabila memabukkan atau menghilangkan akal tergolong khamar yang diharamkan Islam. 4. JudiJudi adalah segala bentuk permainan yang mempertaruhkan uang atau barang berharga, dilakukan berdasarkan spekulasi dan tebakan. Contoh laku judi adalah bermain dadu, kartu, judi bola bertaruh kemenangan dari tim olahraga, sabung ayam, dan lain sebagainya. Tiga unsur suatu perbuatan bisa dikatakan judi adalah adanya suatu permainan, kemudian hasilnya diperoleh secara spekulatif dan untung-untungan. Terakhir, harus ada barang berharga yang dipertaruhkan bagi pemenang permainan tersebut. Allah melarang perbuatan judi berdasarkan firman Allah dalam surah Al-Maidah ayat 90 “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar, berjudi [berkorban untuk] berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan," QS. Al-Maidah [5] 90. 5. MencuriMencuri adalah salah satu dosa besar yang dilarang Islam. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, mencuri artinya mengambil milik orang lain tanpa izin atau dengan tidak sah, biasanya dilakukan sembunyi-sembunyi. Larangan mencuri dalam Islam ini tertera dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 188 "Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan [janganlah] kamu membawa [urusan] harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan [jalan berbuat] dosa, padahal kamu mengetahui,” QS. Al-Baqarah [2] 188. 6. Durhaka kepada orang tuaIslam memerintahkan umatnya untuk berbakti pada orang tua karena jasa ibu dan bapak sangat besar kepada anaknya. Karena itu, melanggar perintah Allah tersebut dan berlaku durhaka kepada orang tua adalah dosa besar yang mengiringi dosa syirik. Hal ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW “Wahai Rasulullah, apakah dosa-dosa besar itu?, Beliau menjawab, 'syirik [menyekutukan sesuatu] dengan Allah”, ia bertanya lagi, 'Kemudian apa?' Beliau menjawab, 'Kemudian durhaka kepada dua orang tua ...' " Bukhari.Baca juga Dosa Besar dalam Agama Islam Hukum dan Dampak Meninggalkan Shalat Dosa Besar dalam Agama Islam Hukum Meminum Khamar dan Berjudi Dosa Besar dalam Islam Memakan Harta Anak Yatim dan Korupsi - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Yulaika Ramadhani
Al-Quran dan Alkitab mempunyai pandangan berbeda tentang dosa. Al-Quran membedakan dosa dalam dua hal. Dosa kecil dan dosa besar. Pertanyaan terpenting adalah “Bagaimana cara dapat ampunan Allah?” Berzinah, membunuh, dan perbuatan keji lainnya dikategori dosa besar. “Janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya melainkan dengan sesuatu sebab yang benar” Qs 6151 Alkitab tidak mengenal dosa kecil ataupun besar. Alkitab menjelaskan dosa adalah sebuah pelanggaran terhadap hukum Allah, “Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah” Injil, Surat 1 Yohanes 34. Masuknya Dosa dalam Dunia Sebagaimana kita ketahui makhluk hidup tidak berasal dari jenis yang berbeda. Anjing tidak berasal dari kucing. Mangga tidak berasal dari pohon rambutan. Hukum ini juga berlaku bagi manusia. Adam, bapa umat manusia telah kehilangan kebenaran karena ketidak-taatannya. Dia dikeluarkan dari Taman Firdaus yang kudus ke tanah terkutuk, karena dosanya. Di tempat ini Adam beranak cucu. Keturunannya tidak lagi memahami kekudusan Taman yang semula ditempati Adam. Kitab Suci Allah menyatakan, “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang [Adam], dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” Injil, Surat Roma 512. Anak cucu Adam dilahirkan dalam hukuman. Dosa yang diwariskan Adam membuat tidak seorangpun benar di hadapan Allah. Sehingga, pada hakekatnya manusia dilahirkan dalam dosa, dan lingkungan menunjang pertumbuhan dosa tersebut. Benarlah apa yang dikatakan oleh Nabi Daud, “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku” Kitab Mazmur 517. Apakah Cara Dapat Ampunan Allah Melalui Amal Ibadah? Bagaimana dosa saya dapat diampuni? Ini adalah pertanyaan penting bagi setiap umat beragama! Karena Allah tidak mentolerir dosa masuk dalam sorga-Nya. Menurut Al-Quran, dosa dapat ditebus melalui tiga hal, yaitu Sedekah, puasa, dan sholat. “Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” Qs 2271. Sayangnya, ayat tersebut bertentangan dengan hadist yang disampaikan oleh Nabi Muhammad, “Bukan amal seseorang yang memasukannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah belaka” HSM 2412-2414. Isa Al-Masih Menyediakan Pengampunan Semua manusia hidup di bawah penghukuman. Tidak seorangpun yang dapat menebus nyawanya sendiri. Pertobatan tidak dapat menghilangkan dosa masa lalu. Satu-satunya cara dapat ampunan Allah adalah melalui penebusan. Inilah yang dilakukan Kalimat Allah – Isa Al-Masih – ketika Dia datang ke dunia dalam wujud manusia. Dikatakan, “Dan sama seperti Musa meninggikan ular dipadang gurun demikian juga Anak Manusia [Isa Al-Masih] harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” Injil, Rasul Besar Yohanes 314-15. Agar dapat datang ke hadirat Allah, manusia membutuhkan kekudusan. Tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat Allah. Amal baik adalah satu kewajiban yang harus dilakukan. Namun tidak dapat menghasilkan pengampunan untuk dosa masa lalu. Juga tidak menjadikan kita kudus. Kekudusan diberikan kepada orang beriman yang sudah dilahirkan oleh Roh Allah. Al-Masih berkata “Jika seorang tidak dilahirkan dengan air dan Roh, ia tidak dapat masuk dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh” Injil, Rasul Besar Yohanes 35-6. Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca Staf IDI berharap komentar yang diberikan hanya menanggapi salah satu pertanyaan berikut 1. Menurut saudara, bagaimana dosa masuk dalam dunia? 2. Mengapa Isa Al-Masih menekankan amal tidak dapat memberi pengampunan dosa? 3. Setelah membaca artikel di atas, menurut saudara bagaimana cara dapat ampunan Allah? Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen atau Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Komentar/pertanyaan di luar topik artikel, dapat dikirim lewat email ke staf kami di [email protected]. Artikel Terkait Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut Bagaimana Nasib Islam Dan Kristen Yang Berdosa Sama? Berapa Banyak Pahala Penghapus Dosa Yang Diperlukan Orang Islam? Apakah Allah Akan Mengampuni Semua Dosa Muslim Pada Bulan Ramadhan? Putus Asa Atas Dosa Dan Ampunan Allah Video Dapatkah Amal Menghapus Dosa? Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.” Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel “Pandangan Islam Dan Kristen Bagaimana Dosa Diampuni”, silakan menghubungi kami dengan cara atau klik link ini. WA/SMS ke 0812-8100-0718
Dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah menunjukkan bahwa dosa terbagi menjadi dosa besar al-kab`air dan dosa kecil ash-shagha`ir. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ“Dan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf” QS. Asy-Syura 37.Allah Ta’ala juga berfirmanإِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa besar yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dosa-dosamu yang kecil dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia surga” QS. An-Nisa` 31.Allah Ta’ala juga berfirmanالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ“Yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya” QS. An-Najm 32.Juga dalil-dalil As-Sunnah, menunjukkan adanya pembagian dosa besar dan dosa kecil. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabdaالصَّلاةُ الخمسُ والجمعةُ إلى الجمعةِ كفَّارةٌ لما بينَهنَّ ما لم تُغشَ الْكبائرُ“Shalat lima waktu dan shalat Jum’at ke shalat Jum’at selanjutnya, menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya, selama tidak melakukan dosa besar” HR. Muslim no. 233.Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabdaاجتنبوا السبعَ الموبقاتِ . قالوا يا رسولَ اللهِ ، وما هن ؟ قال الشركُ باللهِ ، والسحرُ ، وقتلُ النفسِ التي حرّم اللهُ إلا بالحقِّ ، وأكلُ الربا ، وأكلُ مالِ اليتيمِ ، والتولي يومَ الزحفِ ، وقذفُ المحصناتِ المؤمناتِ الغافلاتِ“Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan. Para sahabat bertanya wahai Rasulullah, apa saja itu? Rasulullah menjawab, syirik terhadap Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatim, kabur ketika peperangan, menuduh wanita baik-baik berzina’” HR. Bukhari no. 2766, Muslim no. 89.Abdullah bin Umar radhiallahu’anhuma mengatakanالكَبائرُ تِسْعٌ الإشراكُ باللهِ، وقَتْلُ نَسَمَةٍ، والفِرارُ مِنَ الزَّحفِ، وقَذْفُ المُحْصَنةِ، وأكْلُ الرِّبا، وأكْلُ مالِ اليتيمِ، وإلحادٌ في المسجدِ، والَّذي يَستَسخِرُ، وبُكاءُ الوالدينِ مِنَ العُقوقِ“Ada 9 dosa besar syirik kepada Allah, membunuh jiwa, kabur dari perang, menuduh wanita baik-baik berzina, makan riba, memakan harta anak yatim, melakukan penyimpangan di masjid, tidak membayar upah pekerja, membuat orang tua menangis karena perbuatan durhaka” HR. Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad 12/15, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Adabul Mufrad dalil-dalil lainnya yang menunjukkan adanya dosa besar, maka mafhum-nya dosa-dosa selain dosa besar maka termasuk dosa Dalam Membedakan Dosa Besar Dan Dosa KecilKonsekuensi Dosa BesarKaidah Dalam Membedakan Dosa Besar Dan Dosa KecilPara ulama banyak menyebutkan dhawabith kaidah dalam membedakan dosa besar dengan dosa kecil. Diantara dhawabith dosa besar dan dosa kecil yang disebutkan para ulama adalah1. Dosa besar adalah yang disebutkan sebagai dosa besar oleh Allah dan Rasul-NyaSemua dosa yang disebutkan secara tegas oleh Allah dan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sebagai dosa besar atau perbuatan yang membinasakan maka ini adalah dosa besar. Juga yang disepakati oleh para ulama sebagai dosa besar. Al-Qurthubi mengatakanكُلّ ذَنْب أُطْلِقَ عَلَيْهِ بِنَصِّ كِتَاب أَوْ سُنَّة أَوْ إِجْمَاع أَنَّهُ كَبِيرَة أَوْ عَظِيم“Dosa besar adalah dosa yang dimutlakkan oleh nash Al-Qur`an dan As-Sunnah atau ijma’ sebagai dosa besar” Fathul Baari, 15/709.Maka setiap dosa yang disebutkan oleh Allah atau oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sebagai dosa besar, maka itu dosa besar. Sebagaimana dalam beberapa hadits di atas, disebutkan beberapa dosa besar di antaranya syirik, sihir, membunuh, makan riba, makan harta anak yatim, kabur ketika peperangan, menuduh wanita baik-baik berzina, membuat orang tua menangis, dan Dosa besar adalah setiap dosa yang diancam neraka, atau kemurkaan, atau laknat atau adzabDosa besar adalah dosa yang pelakunya diancam dengan adzab neraka, kemurkaan Allah atau laknat, serta pelakunya disifati dengan kefasikan. Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma ketika menafsirkan surat An-Nisa` 31 di atas, beliau berkataالكبيرة كل ذنب ختمه الله بنار، أو غضب، أو لعنة، أو عذاب“Dosa besar adalah yang Allah tutup dengan ancaman neraka, atau kemurkaan, atau laknat atau adzab” Tafsir Ibnu Katsir, 2/282.Al-Hasan Al-Bashri mengatakanكُلّ ذَنْب نَسَبَهُ اللَّه تَعَالَى إِلَى النَّار فَهُوَ كَبِيرَة“Setiap dosa yang Allah gandengkan dengan neraka maka itu adalah dosa besar” Tafsir Ibnu Katsir, 2/285.3. Dosa besar adalah yang terdapat hukuman khususTermasuk dosa besar, perbuatan yang dilarang oleh syariat dan digandengkan dengan sebuah hukuman tertentu, tidak sekedar dilarang. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakanالكبائر هي ما رتب عليه عقوبة خاصة بمعنى أنها ليست مقتصرة على مجرد النهي أو التحريم، بل لا بد من عقوبة خاصة مثل أن يقال من فعل هذا فليس بمؤمن، أو فليس منا، أو ما أشبه ذلك، هذه هي الكبائر، والصغائر هي المحرمات التي ليس عليها عقوبة“Dosa besar adalah yang Allah ancam dengan suatu hukuman khusus. Maksudnya perbuatan tersebut tidak sekedar dilarang atau diharamkan, namun diancam dengan suatu hukuman khusus. Semisal disebutkan dalam dalil barangsiapa yang melakukan ini maka ia bukan mukmin’, atau bukan bagian dari kami’, atau semisal dengan itu. Ini adalah dosa besar. Dan dosa kecil adalah dosa yang tidak diancam dengan suatu hukuman khusus” Fatawa Nurun alad Darbi libni Al-Utsaimin, 2/24, Asy-Syamilah.4. Dosa yang dinafikan pelakunya dari keimanan atau dari umat NabiDosa besar adalah dosa yang pelakunya dikatakan tidak beriman atau dianggap bukan bagian dari umat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Syaikh Abdurrahman bin Hasan mengatakanوضابطها – يعني الكبيرة – ما قاله المحققون من العلماء كل ذنب ختمه الله بنار، أو لعنة، أو غضب، أو عذاب. زاد شيخ الإسلام – يعني ابن تيمية - أو نفي الإيمان. قلت ومن برئ منه رسول الله صلى الله عليه وسلم ، أو قال ليس منا من فعل كذا أو كذا“Kaidah dosa besar, sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama muhaqqiqin, adalah setiap dosa yang Allah gandengkan dengan laknat, atau kemurkaan atau adzab. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menambahkan juga yang terdapat penafian keimanan. Menurutku juga, termasuk dosa yang Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berlepas diri darinya, atau Nabi mengatakan bukan golongan kami yang melakukan ini dan itu” Fathul Majid, 418.5. Dosa yang terdapat hukuman hadd-nyaDosa besar adalah semua dosa yang terdapat hukuman hadd-nya di dunia. Ibnu Shalah rahimahullah mengatakanلَهَا أَمَارَات مِنْهَا إِيجَاب الْحَدّ , وَمِنْهَا الْإِيعَاد عَلَيْهَا بِالْعَذَابِ بِالنَّارِ وَنَحْوهَا فِي الْكِتَاب أَوْ السُّنَّة , وَمِنْهَا وَصْف صَاحِبهَا بِالْفِسْقِ , وَمِنْهَا اللَّعْن“Dosa besar ada beberapa indikasinya, di antaranya diwajibkan hukuman hadd kepadanya, juga diancam dengan azab neraka atau semisalnya, di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Demikian juga, pelakunya disifati dengan kefasikan dan laknat ” Tafsir Ibnu Katsir, 2/285.Syaikh Muhammad bin Ibrahim juga menjelaskanما توعد عليه بغضب، أو لعنة، أو رتب عليه عقاب في الدنيا، أو عذاب في الآخرة“Dosa besar adalah dosa yang diancam dengan kemurkaan Allah, atau laknat, atau digandengkan dengan suatu hukuman di dunia, atau dengan suatu adzab di akhirat” Fatawa war Rasail, 2/54.Konsekuensi Dosa BesarNabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabdaما منِ امرئٍ مسلمٍ تحضرهُ صلاةٌ مكتوبةٌ . فيُحسنُ وضوءَها وخشوعَها وركوعَها . إلا كانتْ كفارةً لما قبلها منَ الذنوبِ . ما لمْ يؤتِ كبيرةً . وذلكَ الدهرَ كلَّهُ“Tidaklah seorang Muslim menghadiri shalat wajib di masjid, ia membaguskan wudhunya dan membaguskan khusyuk serta rukuknya, kecuali itu semua menjadi kafarah penghapus dosa-dosanya yang telah berlalu, selama ia tidak mengerjakan dosa besar. Dan itu berlaku sepanjang masa” HR. Muslim no. 228.Al Imam An-Nawawi menjelaskan hadits iniمَعْنَاهُ أَنَّ الذُّنُوبَ كُلَّهَا تُغْفَرُ إِلَّا الْكَبَائِرَ فَإِنَّهَا لَا تُغْفَرُ … قَالَ الْقَاضِي عِيَاضٌ هَذَا الْمَذْكُورُ فِي الْحَدِيثِ مِنْ غُفْرَانِ الذُّنُوبِ مَا لَمْ تُؤْتَ كَبِيرَةٌ هُوَ مَذْهَبُ أَهْلِ السُّنَّةِ وَأَنَّ الْكَبَائِرَ إِنَّمَا تُكَفِّرُهَا التَّوْبَةُ أَوْ رَحْمَةُ اللَّهِ تَعَالَى وَفَضْلُهُ“Maknanya bahwa semua dosa akan diampuni karena amalan tersebut kecuali dosa besar. Adapun dosa besar tidak diampuni dengan sebatas amalan tersebut … Al-Qadhi Iyadh mengatakan bahwa yang disebutkan dalam hadits, yaitu keyakinan bahwa dosa-dosa akan diampuni selama bukan dosa besar, ini adalah keyakinan Ahlussunnah. Dan dosa besar itu hanya dapat dihapuskan dengan taubat atau dengan rahmat dari Allah Ta’ala dan keutamaan dari Allah” Syarah Shahih Muslim lin Nawawi, 3/112.Juga Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabdaالصَّلاةُ الخمسُ والجمعةُ إلى الجمعةِ كفَّارةٌ لما بينَهنَّ ما لم تُغشَ الْكبائرُ“Shalat lima waktu dan shalat Jum’at ke shalat Jum’at selanjutnya, menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya, selama tidak melakukan dosa besar” HR. Muslim no. 233.Dan hadits-hadits yang menyebutkan penghapusan dosa karena amalan shalih semisal ini dosa kecil itu akan pupus dan akan hilang dengan sendirinya jika seseorang melakukan amalan-amalan shalih. Namun tidak demikian pada dosa besar. Dosa besar hanya bisa hilang jika pelakukan bertaubat paparan ringkas ini, semoga bermanfaat. Wabillahi at taufiq was Yulian PurnamaArtikel
Lori Official Writer Setiap kita pasti pernah berbuat dosa. Tapi uniknya, ada beberapa dari kita yang bahkan tidak merasa melakukan dosa dan beberapa lainnya merasa tak pantas untuk kejatuhan ini, muncul sekelebat rasa yang tak enak, rasa bersalah, kecewa dan menyesal bercampur menjadi kalanya kita bahkan berpikir, dosa yang kita lakukan tak pantas diampuni. Sehingga kita memilih untuk meninggalkan Tuhan. Artikel ini berusaha untuk mengingatkan kita tentang kenyataan akan rentannya manusia jatuh dalam dosa dan kenyataan bahwa Tuhan menyediakan pengampunan atas dosa-dosa kita. Bukan berarti pengampunan itu menjadi gampangan, tapi mari meresponinya dengan menyadari harga mahal yang harus dibayarkan untuk memberikan pengampunan Itu Dosa?Seorang penulis bernama Ernest Hemingway pernah berkata bahwa kalau sesuatu itu bermoral, kamu akan merasa baik sesudahnya. Tapi kalau tidak bermoral, kamu akan merasa buruk pandangan umum tentang dosa dan banyak yang menganut pandangan itu. Sayangnya itu bukan pernyataan firman Tuhan. Alkitab berkata bahwa dosa adalah sikap menginginkan kemauan sendiri, bukan kemauan Pandangan tuhan Terhadap Dosa?Bagi Tuhan, dosa adalah sebuah tindakan yang tak bisa ditolerir. “Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman.” Habakuk 1 13a“Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.” 1 Yohanes 1 5bSebagian dari kita mungkin menganggap dosa sepele karena mengingat pengorbanan Yesus di kayu salib. Lalu kita mulai berpikir, Kenapa harus mencemaskan dosa yang kamu buat bukankah Yesus sudah menebusnya?’ Bisa jadi pola pikirmu tentang dosa sedikit keliru karena menganggap dosa hanya seperti sebuah kesalahan kecil dalam sama menganggap dosa sebagai hal yang serius. Karena satu dosa lah, Adam dan Hawa diasingkan dari Taman Eden. Karena dosalah, Allah membawa banjir besar atas dunia dan membunuh seluruh manusia dan makhluk yang hidup. Dia juga melemparkan api atas kota Sodom dan Gomora karena tindakan mereka yang tak beradab. Karena dosa, bangsa Israel harus mengarungi padang gurun selama 40 membenci dosa. Sementara kita merasa dosa itu hal yang biasa karena itulah kita cenderung terus menerus melakukannya. Seperti Adam dan Hawa, kita berpikir kalau kita tahu ada dosa tapi sebenarnya tidak bisa terhindar darinya. Kita tak akan bisa seperti Tuhan, yang tahu dengan detail dimana kejahatan terjadi. Tapi Dia tetap tak menyerah dengan segala ulah kejahatan. Bukan seperti kita, yang justru kerap terjebak dengan Menimbulkan DukaSetiap orang yang sudah didiami Roh Allah akan merasa bersalah ketika berbuat dosa. Roh Tuhan akan merasa sedih dengan setiap tindakan kita. Tapi hal itu tidak serta merta membuat Tuhan lepas tangan atas hidupmu. Sekalipun kita jatuh dalam dosa, Tuhan sama sekali tidak membenci kita. KasihNya tak akan berubah. Meskipun di satu sisi, kita gak bisa menyangkali kalau dosa yang kita lakukan telah mendukakan Roh Kudus.“Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.” Efesus 4 30Untuk memahami bagaimana dosa menjeratmu, mari melihat perbedaan antara hubunganmu dengan Tuhan dan persekutuanmu dengan Dengan Tuhan- Dimulai sejak kita menerima Yesus sebagai Juru Slamat Yohanes 1 12- Kekal 1 Petrus 1 3,4- Dipelihara hanya oleh Tuhan Yohanes 10 27-29- Tidak pernah berubah Ibrani 135Persekutuan dengan Tuhan- Dimulai sejak menerima Yesus sebagai Juru Slamat Kolose 2 6- Bisa Dihalangi Mazmur 32 3-5- Dibangun hanya oleh diri kita sendiri 1 Yohanes 1 9- Berubah saat kita mulai berbuat dosa Mazmur 66 18Dosa sama sekali tidak mempengaruhi hubungan kekal kita dengan Tuhan. Kristus mati untuk semua dosa kita – dulu, sekarang dan selamanya. Karena iman kepada Yesus, dosa kita sepenuhnya diampuni. Tapi dosa bisa mempengaruhi persekutuan kita dengan Tuhan. Dalam artian, hubungan kita secara duniawi menjadi terganggu. Dosa mempengaruhi komunikasi kita dengan Tuhan dan tujuan kita untuk melakukan kehendak-Nya. Dosa menumpulkan pikiran dan tindakan yang harusnya kita lakukan untuk Tuhan.“Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela” Mazmur 32 3-5Inilah respon yang benar terhadap dosa. Kita tak perlu menyangkali dosa. Kita harus JugaBencilah Dosanya, Bukan PendosanyaIni Pentingnya Pengakuan Dosa di Momen PrapaskahMengaku Dosa dan BertobatTak ada manusia yang benar-benar suci tanpa dosa. Karena kita akan selalu dicobai sepanjang hidup kita oleh keinginan-keinginan hati dan tawaran dunia. Karena itulah kita perlu bertobat setiap hari. Proses pertobatan inilah yang akan membuat kita menghargai kasih arti mengaku dosa dan bertobat? Pertama, pengakuan dosa berarti setuju dengan Tuhan. Dia sudah tahu kita berdosa sebelum kita mengakuinya.“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” 1 Yohanes 1 9Pengakuan berarti dengan bebas mengakui dosa kita dan menerima sikap Allah atas dosa bukan berarti memohon ampun kepada Tuhan. Kristus sudah membayar hukuman untuk dosa kita, dan pengampunan Tuhan tersedia secara otomatis ketika kita mengaku. Alasan kenapa Tuhan menyediakan pengampunan adalah karena kematian Yesus di kayu salib, bukan karena kekuatan atau kerendahan hatimu mengakui dosa di pertobata berarti mengubah tindakan kita atas dosa yang kita lakukan. Itu melibatkan persetujuan Tuhan bahwa kita salah dan kita tidak ingin terus melakukan dosa yang sama. Dosa akan selalu mencobai kita selama hidup. Yesus sendiri mengalaminya. Tapi Dia sama sekali tidak menyerah pada cobaan itu. Karena itu kalau kamu tergoda dan berbuat dosa, jangan menghukum dirimu sendiri. Kita diberi pilihan untuk menghindari pikiran-pikiran yang menggoda dan kita bisa meminta kekuatan dari Tuhan untuk mampu merasa bersalah karena dicobai. Saat kamu berada dalam kondisi ini, bacalah ayat-ayat berikut 1 Korintus 10 13, Roma 8 1-2 dan Ibrani 10 17. Sumber Charles Swindoll Halaman 1
dosa besar dan dosa kecil dalam kristen